| Singkong Lebak dan Industri Rumahan |
|
|
|
| Ditulis oleh Pelita | |||
| Jumat, 19 Februari 2010 00:00 | |||
|
Singkong Lebak dan Industri Rumahan Pelita, 19 Feb 2010 Lebak. Pelita Produksi singkong Kecama-ran Maja dan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, "membanjiri" pengrajin industri rumahan di Tangerang untuk dijadikan aneka jenis makanan."Saat ini petani singkong memasok ke Tangerang sebanyak tiga ton per hari," kata Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian. Kabupaten Lebak, Dede Supriatna, Kamis (18/2). Ia mengatakan, pasokan singkong yang membanjiri pengrajin Tangerang itu hasil pengembangan program pemerintah daerah dengan memanfaatkan lahan terlantar di Kecamatan Maja.Sebab, lahan terlantar di Kecamatan Maja milik perusahaan pengembang dan juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak digarap.Dengan memanfaatkan lahan tersebut, kata dia, tentu dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. "Saat ini areal pertanian budidaya tanaman singkong mencapai 300 hektare dan bisa menyerap tenaga kerja mencapai 1.200 orang," katanya.Pengembangan tanaman singkong di Kecamatan Maja dan Curugbitung menggunakan jenis varietas singkong roti karena cocok untuk dikonsumsi masyarakat.Saat ini, kata dia, harga singkong dibeli pedagang pengumpul sebesar Rp700 per kilogram. Kemudian pedagang singkong menjual kembali ke Tangerang untuk pengrajin aneka jenis makanan."Saya kira jika musim panen singkong petani bisa meraup keuntungan mencapai Rp5 juta per hektare," katanya.Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian, Kecamatan Curugbitung, Surahman mengaku, petani yang kini bercocok tanam singkong roti sebanyak 52 kelompok tani dan kini mulai panen dan rata-rata usia tanam mencapai delapan bulan, (ant/sal)
|