| Singkong Akan Menjadi "Idola" Pemain Persib |
|
|
|
| Ditulis oleh Pikiran Rakyat | |||
| Jumat, 13 Agustus 2010 00:00 | |||
|
Singkong Akan Menjadi "Idola" Pemain Persib Pikiran Rakyat, 13 Aug 2010 HANYA dengan mengonsumsi singkong, seorang petani mampu mencangkul sawah dari pagi hingga sore hari. Coba beri petani nasi, maka kekuatannya tidak akan sama seperti yang dia dapat dari singkong. Sebuah analogi sederhana memberi kita makna, bahwa dibandingkan dengan nasi putih, singkong sangat memengaruhi stamina. Ini karena singkong memiliki kandungan karbohidrat lebih tinggi daripada nasi. Analogi tersebut diutarakan ahli nutrisi yang juga Direktur Sport Science Badan Tim Nasional PSSI Pusat dan dokter gizi Persib, dr. Phaidon L Toruan. Perubahan pola konsumsi makanan yang baru-baru ini diterapkan pada skuad Persib Bandung merupakan pola yang selama ini digunakan klub-klub sepak bola kelas dunia. "Coba lihat makanan yang dikonsumsi pemain-pemain di luar negeri. Pemain asal Afrika misalnya, mereka memiliki stamina yang luar biasa karena rajin mengonsumsi kacang-kacangan yang mengandung protein ting-gi," ujarnya, Kamis (12/8), ketika dihubungi "PR". Makanan kampung di Indonesia yang mengandung protein tinggi adalah jenis umbi-umbian. Protein memang merupakan kandungan gizi yang paling penting di dalam tubuh. Protein berfungsi untuk membantu meningkatkan tenaga dan volume otot, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan jumlah hormon norepinephrine yang akan meningkatkan kewaspadaan. Asupan protein yang kurang akan membuat daya kekebalan tubuh pemain sepak bola mudah drop. Menurut dr. Fai, panggilan akrab Phaidon, rata-rata kandungan protein yang diperlukan seorang pemain sepak bola dalam satu hari adalah 2 gram per kilogram berat badan. Jika seorang pemain sepak bola memiliki berat badan 70 kilogram, maka dia membutuhkan 140 gram protein dalam satu hari. Jika asumsinya pemain mengonsumsi telur (1 putih telur = 3 gram protein), maka telur yang harus dikonsumsi dalamsatu hari adalah 47 butir putih telur. "Pemain di Eropa dan Amerika melakukan hal tersebut Mereka mengonsumsi steak, yang tiap potongnya setara dengan 250 gram protein. Makanya asupan protein mereka mencukupi," katanya. Pemain sepak bola Indonesia harus mengikuti makanan yang dikonsumsi pemain kelas dunia tersebut jika ingin memiliki stamina yang sama seperti mereka. Namun, tidak serta merta harus sama persis. Menu bisa disesuaikan dengan kultur yang ada. "Misalnya, jika belum biasa sarapan ringan menggunakan roti, bisa makan nasi merah dilengkapi empat butir telur. Untuk siang, bisa nasi merah ditambah ikan sebanyak 2 kepal. Dan untuk malam, nasi merah dengan daging. Kalau sudah biasa, nasi diganti dengan umbi-umbian," ujarnya. Selain itu, dr. Fai menuturkan, karbohidrat yang dibutuhkan pemain sepak bola dalam satu hari adalah 3-4 gram per kilogram berat badan. Sementara kandungan gizi lainnya se-perti vitamin, mineral, lemak, dan serat sebaiknya disesuaikan. "Kalau ingin mendetail satuannya, harus diukur kadar nutrien dalam darah," katanya. Selain gizi, kebutuhan air juga perlu diperhatikan. Dalam satu kali pertandingan, pemain dapat kehilangan cairan sebanyak tiga kilogram. Namun hilangnya cairan tersebut, sering kali tidak diimbangi dengancairan pengganti yang menyebabkan kontraksi otot habis, dan mengganggu keseimbangan tubuh dan konsentrasi. "Dengan elektrolit, cairan akan lebih mudah masuk dan cepat mengganti cairan yang hilang. Akan lebih baik elektrolit yang digunakan adalah yang alami, seperti air kelapa," tutur dr. Fai. (Siska Nirmala Puspitasari/"PR") *"
|