INGIN mendapatkan barang kerajinan tangan atau pernak-pernik kampung halaman? Warga Jakarta yang kebanyakan berasal dari seluruh penjuru tanah air tak perlu lagi pulang ke tempat asal. Karena barang-barang yang dapat menunjukkan identitas tempat asal Anda melimpah di pameran Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2010.
Jika berminat, silahkan Anda mengunjungi arena yang terletak di bekas landasan bandara Kemayoran, Jakarta Pusat ini. Tepatnya di Hall B, Anda bakal dimanja berbagai produk hasil karya suku-suku yang ada di pelosok negeri.Salah satunya, stan yang berada di depan pintu masuk. Ya, stan batik Pekalongan. Anda tidak perlu lagi ragu dan merasa tertipu dengan keaslian barang yang dipamerkan. Sebab, barang-barangnya langsung didatangkan dari kota bersangkutan
Anda pun juga dapat memilih batik asal manapun yang Anda minati. Sebab, stan ini bukanlah satu-satunya stan yang memamerkan batik. Terdapat banyak stan daeerah-daerah lain yang turut serta memamerkan batik atau bahkan cinderamata lainnya. Contoh, stan Yogyakarta yang banyak menyediakan barang-barang kerajinan tangan. Begitu juga Madura, Semarang dan banyak lagi.Selama pameran, penjaga stan batik Pekalongan, Alwi Sodiq Alatas menuturkan, minat warga Jakarta yang meminati batik hasil karya lembaganya yang diatur dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) luas biasa besarnya.
Itu dibuktikan dari penjualan batik hari pertama yang berhasil meraup omset sebesar Rp 4,5 juta perhari. Jumlahnya lalu makin bertambah saat memasuki akhir pekan, dimana, banyak masyarakat yang berkunjung ke PRJ.Penjualan kali ini merupakan hasil yang fantastis. Terlebih kondisi batik Pekalongan tak kalah pamor disbanding batik daerah lain. Perbedaan batik Pekalongan dengan batik khas daerah lain diyakini menjadi pendongkrak penjualan batik di standnya itu.
Terlebih, mulai motif dan warnanya, batik khas Pekalongan cukup unik. Motif batik Pekalongan cukup bebas dan tidak ber-pakem pada satu gaya seperti halnya batik lain, begitu juga warnanya yang cerah.Untuk harga, Alwi menjelaskan, harga batik yang di bandrol di stannya lebih murah daripada jenis batik lain. Seperti batik tulis tangan, harganya mencapai kisaran Rp 100 ribu rupiah sampai Rp 1 juta. Sedangkan, batik hasil prini-an, harganya masih di bawah Rp 100 ribu.
Sementara itu, produk kerajinan tradisional masyarakat Baduy pedalaman tepatnya di Kabupaten Lebak juga diminati peng-unjung. Karena, seni tangan mereka memiliki daya tarik dijadikan kenang-kenangan dan cinderamata. Keunggulan produk khas Ba-duy adalah, nilai seninya yang cukup tinggi karena terbuat dari kulit pepohonan. Karena itu, banyak pengunjung membeli produk khas Baduy tersebut. Harga Pro-duk kerajinan Baduy pun dinilai relatif murah. Dari harga mulai Rp 25.000 sampai Rp 400.000.
Uniknya lagi, di stan tersebut juga terdapat dua buah yang cukup aneh. Pertama, singkong berukuran jumbo. Kedua, buah bernama cariuk yang bentuknya menyerupai buah petei. Hanya saja, ukuran dan panjangnya saja yang membedakan.Untuk ukuran singkong tersebut, bisa mencapai 10 kali lipat dari singkong yang biasa kita lihat di pasar. Namun, penjaganya, Jali menuturkan, sampai sekarang, belum ada orang yang berani mengkonsumsi singkong tersebut. Katanya, buah berjenis umbi-umbian ditakutkan mengandung racun. Karena, singkong tersebut meru-1 ian hasil kawin silang antara suv mg roti dan kar- BDN.






