Home Kabar Singkong Perempuan Sesalkan Citra Buruk Singkong dan Jagung
Perempuan Sesalkan Citra Buruk Singkong dan Jagung PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Primaironline.com   
Rabu, 24 Februari 2010 12:05

Perempuan Sesalkan Citra Buruk Singkong dan Jagung

24 Februari 2010 | 12:05
Khresna Guntarto

Jakarta - Organisasi feminis Solidaritas Perempuan (SP) menyayangkan pencitraan singkong dan jagung sebagai makanan yang identik dengan gizi buruk.

"Kita menyayangkan berita-berita kemiskinan itu identik dengan makan singkong dan jagung. Padahal, itu membuat jagung dan singkong mendapat citra sebagai makanan kurang gizi," kata Kepala Divis Perempuan dan Kedaulatan Pangan Solidaritas Perempuan Tini Sastra, di Jakarta, Rabu (24/2).

Menurutnya, dengan citra seperti itu, seolah-olah kandungan gizi beras paling baik. Padahal, lanjut dia, jagung dan singkong juga memiliki kandungan gizi yang baik, yakni vitamin A dan C.

Lebih jauh, Tini mengingatkan, bahwa ketergantungan masyarakat terhadap beras tidak terlepas dari kebijakan orde baru di era 1970-an. Beras dianggap sebagai makanan para priyayi.

"Ada upaya politisasi. Misalnya di zaman orde baru di mana PNS di seluruh Indonesia mendapat kupon beras tanpa peduli makanan pokok masing-masing wilayah dan adanya intensifikasi pertanian atau revolusi biru pada tahun 70-an atas dukungan World Bank. Akibatnya Indonesia menjadi salah satu konsumen beras terbesar di dunia," ungkap dia, Rabu (24/2), di Jakarta.

Dari segi produksi, dijabarkannya, jagung memiliki 19 juta ton per tahun, singkong 13 juta per tahun dan beras sendiri 32 juta ton per tahun. Dengan adanya citra tersebut, lanjut dia, kebutuhan beras meningkat terus dan membuat harga beras menjadi mahal.

"Pemerintah harus mengimpor beras dan ini sangat mengancam kedaulatan pangan kita. Mematikan pangan lokal," jelasnya.

(new)

 
Designed by Harum Rasa